Kembali
Minyak Jelantah Naik Kelas, Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Energi Hijau

Minyak Jelantah Naik Kelas, Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Energi Hijau

Super Admin
Super Admin
01 Oct 2025
2 menit waktu baca
Jakarta, 29 September 2025 – Industri pengolahan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Indonesia semakin berkembang pesat. Minyak yang sebelumnya dianggap limbah dapur kini menjadi komoditas strategis sebagai bahan baku energi terbarukan, mulai dari biodiesel hingga bahan bakar ramah lingkungan pesawat (Sustainable Aviation Fuel/SAF). PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui Kilang Cilacap telah memproduksi SAF berbasis minyak jelantah yang digunakan pada penerbangan rute Jakarta–Bali. Produk ini telah memperoleh sertifikat keberlanjutan internasional ISCC, membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Menurut data Traction Energy Asia, potensi produksi minyak jelantah di Indonesia mencapai ±1,2 juta kiloliter per tahun, tersebar di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, dan Denpasar. Potensi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan UCO terbesar di dunia. Pemerintah telah menerapkan kebijakan pembatasan ekspor minyak jelantah dan residu sawit guna memastikan ketersediaan bahan baku dalam negeri, mendukung target mandatori biodiesel B40, serta menjaga ketahanan energi nasional. “Pengolahan minyak jelantah adalah contoh nyata penerapan ekonomi sirkular. Tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi UMKM dan startup energi hijau,” ujar salah satu pengurus asosiasi pengepul minyak jelantah Indonesia. Selain manfaat ekonomi, pengolahan jelantah juga memberikan dampak lingkungan signifikan. Satu liter jelantah berpotensi mencemari hingga 1.000 liter air. Dengan sistem pengumpulan dan pengolahan yang baik, pencemaran dapat ditekan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah seperti pakan ternak dan pupuk organik. Meski demikian, industri ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, sistem pengumpulan rumah tangga yang belum merata, serta isu kualitas dan pengawasan rantai pasok. Dengan potensi besar dan dukungan regulasi, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemain utama industri energi terbarukan berbasis minyak jelantah di Asia maupun dunia. ⸻ 📌 Kontak Media APMJI.ORG

Dipublikasikan pada 01 October 2025

Bagikan: